Tidak banyak anime shonen saga yang saya tonton, hanya tontonan mainstream macam Naruto, One Piece, Dragon Ball, Fairy Tail, Hunter x Hunter, dan apakah Samurai X dan Fullmetal Aclchemist masuk kategori itu? Tapi dari semuanya, saya masih belum tertarik sedikitpun menonton Bleach. Saat dulu tayang di tv nasional saat saya SD, saya menikmatinya,.Kemudian semenjak tv swasta itu tiba-tiba tidak jelas dalam mengatur jadwal, saya pun tak minat lagi. Setelah berpuluh tahun kemudian, mengingat saya ada waktu banyak saat ini, saya kemudian mencoba menonton Bleach secara marathon. Hasilnya, sungguh sangat penyiksaan menonton anime satu ini. Saya mantap mengatakan bahwa Bleach adalah anime shonen saga terburuk yang pernah saya tonton, lebih buruk dari Fairy Tail, bahkan lebih buruk dari filler-fillernya Naruto.
Sebenarnya Bleach ini punya potensi yang membuatnya tampak berbeda dari shonen saga kebanyakan. Potensi keunikan itu ada pada karakter utamanya, Kurosaki Ichigo. Ichigo sangat berbeda dari Naruto, Luffy, Goku, hingga Natsu. Kurosaki bukan lah tokoh gila kekuatan, gila bertarung, dan semacamnya, niat dia bertarung sangat mulia, yaitu melindungi atau menjalankan tugas semata. Ichigo pun bukan karakter yang naïf, malah termasuk orang yang pesimis. Sayangnya sifat dia yang mudah marah benar-benar membuatnya tampak tolol dan tidak konsisten. Sikapnya realistis tapi seringkali bertindak tidak rasional. Pada akhirnya, eksekusi karakter Ichigo justru membuat saya muak padanya, Ichigo justru malah terkesan plin plan, dan itu benar-benar sering banget membunuh mood menonton saya. Menonton 366 episode dengan karakter seperti ini sangat menyiksa. Belum lagi formula development karakternya yang monoton, beberapa arc tapi cara mengembangkannya caranya selalu sama. Lelah aku tuh…
Potensi lainnya adalah konsep. Mengunakan konsep Shnigami, yang paling saya suka adalah anime ini tidak meninggalkan konsep dunia nyatanya. Dengan desain dan artwork yang jujur saja menarik, ala-ala urban style mulai dari pilihan desain wardrobe hingga art—art lainnya, aspek kehidupan sekolah Ichigo benar-benar aspek yang menyenangkan. Sementara itu, untuk aspek Shinigami, konsep plotnya potensial, mulai dari karakter-karakter para kapten yang menartik, dan garis besar soal masalah Arrancar dan Aizen adalah konsep yang bagus. Tapi apa daya, eksekusinya kacau. Jangankan memperhatikan plot, memperhatikan semesta yang dibangunnya saja tidak becus.
Part-part awal, sama seperti yang saya nikmati saat SD dulu, bagian perkenalan Ichigo dan Rukia yang akan membimbingnya menjadi Shinigami di awal-awal termasuk enjoyable. Sayangnya ketika dunia semakin meluas, firasat saya mulai memburuk. Cerita perkenalan dengan Orihime, Tatsuki, dan Ishida masih bisa dinikmati walau sebenarnya bisa lebih baik lagi. Tapi bagian paling aneh adalah melihat hubungannya dengan Chad yang notabene teman terdekatnya, kawan sehidup sematinya, tapi saya tidak bisa merasakan hal itu, semua omongan soal kawan sejati itu Cuma gombalan semata, Cuma sekedar manis di bibir tapi tak terlihat disikap. Saya mulai merasa firasat kalau anime ini punya struktur plot yang kacau, dan benar saja ketika memasuki plot Soul Society, strukturnya kacau balau.
Arc ini padahal konsepnya sudah bagus, intisarinya sudah baik, tapi eksekusinya sangat tak nyaman untuk ditonton. Mulai dari ketidak jelasan kneapa Chad dan Orihime punya kekuatan, motivasi yang tidak kuat ngapain mereka rela mati demi menyelamatkan Rukia yang notabene tidak akrab. Orihime di awal tidak terlihat naksir dengan Ichigo, alasannya tak kuat. Chad meski diceritakan sohib Ichigo, tapi karena interaksi mereka berdua tidak meyakinkan akan hal itu, maka motivasi Chad pun tidak meyakinkan. Ishida pun sebenarnya tidak punya alasan kenapa harus ikut campur masalah Shinigami padahal dia membencinya. Bukan Cuma itu, kekacauan juga terjadi di cara mereka mengenalkan karakter para kapten. Tidak ada build up krakter, tiba-tiba muncul, tidak dibuat peduli, kemudian tiba-tiba saya diberi flashback. Flashback ini fungsinya untuk lebih mengenal dan peduli pada karakter, tapi nyatanya tidak ada yang menarik, flashback justru jadi alasan kesekian untuk membuat mood menontonmu hancur berantakan.
Masalah flashback di Bleach termasuk masalah yang parah, lebih parah dari dari Naruto. Masalah Naruto yaitu flashback yang diulang-ulang. Bleach punya masalah yang lebih banyak. Mulai dari memberi flashback pada karakter yang tidak penting dan tidak dipedulikan, kita tidak dibuat penasaran terlebih dahulu pada karakternya, dan timingnya sangat parah ditempatkan di tempat yang menyebalkan. Parahnya, ketika ada karakter yang sudah sangat peduli dan penasaran, justru tidak dikasih, contohnya masa lalu Toshiro dan Hinamori yang membuat saya penasaran. Ulqiora pun tidak ada masa lalunya. Viczard yang akhirnya mendapatkan flashback pun caranya tidak baik, tidak ada build up tiba-tiba dikasih flashback. Parah.
Anime ini sebanarnya sangat standar di segala aspek, flat. Dari segi komedi tidak begitu ampuh. Dari segi karakter dan plot ya seperti yang saya jelaskan tadi, kacau. Dari segi aksi pun payah, secara teknis animasi tidak menyenangkan ditonton, padahal di tahun yang sma Naruto punya kualitas animasi yang menakjubkan di aspek aksi atau fight. Belum lagi dialog yang sangat meh. Bleach ini dibanding anime shonen saga lainnya seperti Dragon Ball, Naruto, dan One Piece yang enjoyable ditonton orang dewasa juga, Bleach secara dialog justru dangkal dan rasanya jadi anime shonen paling childish dibanding lainnya. Maaf saja kalau saya berpendapat Bleach ini anime untuk anak-anak dari segi dialog dan aksi, Cuma joke-joke seksis dan karakter ceweknya saja yang membuatnya tampak tidak ramah anak pula, bingung sekali segementasi Bleach ini.
Namun semenjak arc Arrancar, beberapa aspek ada kemajuan. Di aspek komedi yang paling terasa berpengaruh, banyak sekali joke-joke yang ampuh. Sayangnya sisi negatifnya, aspek joke ini seperti lupa daratan yang dilempar disana sini. Timingnya jadi terasa berlebihan. Dari segi aksi, ada perkembangan tapi tetap tidak menyelesaikan masalah. Permasalahan di aspek aksi adalah, kita tidak pernah mendapatkan pertarungan yang mode terbaik melawan mode terbaik, selalu saja kita mendapat pertarungan timpang. Hal itu membuat penggambaran kekuatan tiap kerakter terlihat inkonsisten, ini sebenarnya kuat atau tidak sih? Disaat Ichigo lemah, lawannya terlalu kuat, saat Ichigo mulai bangkit eh malah lawannya yang lemah banget. Cuma 1 pertarungan yang saya berkesan karena keduanya bertarung di kondisi terbaik, yaitu Ichigo vs Grimjow, sisanya sangat antiklimaks, bahkan untuk pertarungan puncak melawan Aizen sekalipun.
Secara storyline, Bleach ini tipis banget. Satu-satunya arc berpengaruh hanya soal perseteruan Soul Society vs Aizen, sisanya tidak penting, padahal ada banyak yang penting namun eksekusinya seperti menganak tirikan. Struktur cerita Bleach ini sangat aneh. Satu-satunya yang ada build up ya Cuma Aizen arc saja, tapi arc lain tidak ada build up, dibahas langsung sampai kelar. Ada bount arc yang saya pikir itu filler, Mod Soul ini penting untuk memperlihatkan asal usul Kon, tapi kesannya seperti sampingan karena sebelum dan sesudah konflik tidak ada mention apa-apa, korelasi konflik sebelumnya juga tak ada. Hal ini lah yang membuat semesta Bleach sangat cacat. Secara terpisah, arc-arc di Bleach pun tidak ada yang benar, semuanya Cuma menimbulkan kekesalan saja. Cuma 1 arc yang berhasil membuat saya terlarut emosinya dan berkesan, yaitu arc terakhir yang rasanya digarap dengan serius, fightnya meski timpang tapi dieksekusi dengan baik karena tidak bertele-tele, bagaimana melihat Ichigo frustasi dan depresi juga emosional.
Aizen sendiri adalah villain yang goblok. Sampai akhir, saya tidak paham tujuannya apa. Bukan karena tiak disebutkan, tapi justru setelah disebutkanlah saya merasa caranya Aizen itu konyol. Belum lagi segala sok pintarnya, ngapain ngaku-ngaku ngebentuk Ichigo toh akhirnya Ichigo tak punya scenario khusus untuk dimanfaatkan. Belum lagi faedahnya nyulik Orihime itu untuk apa? Toh tidak dimanfaatkan juga. BEGOOOO.
Dunia Shinigami pun tidak jelas. Jika Hollow muncul karena insting saja, misinya hanya menuntaskan nafsu, Shinigami justru tidak jelas. Shinigami bertugas melindungi manusia tapi mereka membenci dan memandang jijik manusia, ini maksdunya apa coba? Seolah-olah menjalankan tugas dengan terpaksa.
Kecacatan semesta Belach ini ya karena struktur ceritanya yang ngaco. Mulai dari asal usul kekuatan Orihime dan Chad yang tak jelas. Bount , Mod Soul, Fullbinger, first Shinigami Pengganti rasanya terpisah di ceritanya masing-masing dan lemah karena minim build up, tiba-tiba diangkat kaya berasa cerita dadakan. Belum lagi tokoh yang menghilang begitu saja, seperti trio boneka dan Nel yang dianggap teman tapi tidak ada perpisahan yang baik, ditinggal begitu saja. Kacaaauu. Saya ingin mengumpat tapi ya gimana, lelah dan menyiksa diri menonton anime ini. Belum lagi filler-filler yang ngaco. Filler arcnya payah, filler yang Cuma konflik 1 episode malah lebih menyenangkan, dan bisa jadi sarana mengenal karakter yang jatah layarnya minim. Tapi kesel tau ngikuti cerita yang bukan canon minim resiko. Ketimbang banyakin filler, kenapa jumlah episode sebanyak itu ga dimanfaatin buat memperbaiki semesta yang kacau itu. Walau sumber manganya kacau, kan bukannya lebih baik kalau animenya ngebagusin.
Continuity karakter yang kacau juga terjadi dimana-mana. Mulai dari alasan Orihime yang gagal amnesia itu tidak jelas. Kekuatan spiritual Chad dan Orihime yang tiba-tiba. Misteri soal ayah Ichigo yang tidak di follow up. Kon yang tiba-tiba hilang. 3 Boneka tiba-tiba hilang. Nel tidak dianggap lagi. BANYAK SEKALI CACATNYA YA TUHAN. KOK BISA BLEACH DIANGGEP ANIME POPULER SIH !!! INI BAHKAN LEBIH BURUK DARI FAIRY TAIL YANG GA POPULER POPULER AMAT. KOK BISA DIANGGEP TRINITY BARENG NARUTO DAN ONE PIECE? PENISTAAN BUAT KEDUA ANIME ITU.
Tidak heran Bleach diangkat menjadi film, karena sesungguhnya plotnya itu tipis untuk ukuran anime shonen saga. Bahkan dengan sumber ceritanya sendiri yang kacau, tekananya tidak besar dan punya potensi mengembangkannya lebih baik. Hasilnya, adatasi live action Bleach yang rilis 2018 pun memang lebih sukses lebih rapi daripada animenya yang kacau.

Komentar
Posting Komentar